Pages: 1 2 [3] 4   Go Down
Print
Author Topic: [WTS] Bioetanol (Less sounds , Smooth, and Boost your Engine)  (Read 2415 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
bedjo78
Sr. Member
****

Reputasi: +11/-6
Offline Offline

Posts: 479


Bedjo Vw Clinic Semarang


WWW
« Reply #30 on: June 07, 2012, 06:56:51 AM »

Saya akan menjelaskan pada huruf yang saya warnai...

Pertama, SIFAT KOROSIF.
Korosif darimana yah ? klo soal AIR saya sudah menjelaskan pada POST sebelumnya.


Sorry mas... kalau anda baca baik baik komen aku diatas  "aku bicara ethanol/methanol murni pada umumnya. .. bukan produksi anda.  "   untuk menambah tenaga Aku tidak pernah pake additif instant oktan boster dll jadi aku tidak berhak untuk memberikan komentar soal produk anda.
saya juga tertarik dengan bahan bakar ethanol/methanol  (murni)
dan saya sendiri tidak berkepentingan  untuk mengoreksi produk anda. dengan pendidikan setinggi itu  sudah pasti anda  lebih tau soal methanol/ethanol.

ethanol/methanol korosif bukan dalam artian berkarat seperti besi. tapi etanol bersifat mengikis terutama pada komponen berbahan aluminum untuk jangka waktu tertentu.  at least itu yg saya yakini dan  aku terapkan.


untuk sharing tukar pendapat
menurutku sbenernya gampang saja mengetahui mesin kita fit untuk premium apa nggak. kalau kita  pake oktan boster anda merasakan tambahan tenaga  yg signifikan, tidak nggelitik, mesin tidak panas dll . itu menandakan kemungkinan kompresi mesin  terlalu tinggi untuk pemakaian premium. banyak  yg sudah bore up dari 1600cc ke 1700cc. kenaikan volume mesin tanpa diikuti dengan volume ruang kompresi akan menjadikan perbandingan kompresi jadi lebih besar. yang awalnya 6.9 - 7.3:1  akan menjadi 7.5-7.6.

kawan kita pun ada yg sudah upgrade ke boring 94. tanpa dibarengi dengan perhitungan kompresi alhasil bandung jakarta ditempuh 12 jam karena musti ngadem mesin dan tidak bisa jalan lama ... karena nggelitik overheat.  dan akhirnya ditarik.  


aku sendiri  mau coba Methanol Murni. industrial grade dengan catatan dicampur pelumas 2% ( oli mesin 2T) . pelumas ini bukan untuk  ditujukan untuk melumasi mesin. karena mesin sudah mencukupi dengan system pelumasan itu sendiri. tapi untuk melumasi peralatan bahan bakar.. seperti pompa bensin, filter bensin, injector dll, sehabis pake di flush dengan bensin.

methanol/Ethanol - kalau campuran udara - bahan bakar terlalu tinggi tidak akan mempengaruhi performa mesin. meskipun terlalu kaya atau (rich - jawa red) performa mesin tidak akan berpengaruh. kalau pake bahan bakar dasar minyak bumi dengan campuran terlalu kaya ( 10 :1 atau kurang )  mesin akan mblebek atau loyo. pembakaran yg bagus bisa dipake di VW sekitar 12-13:1  .  methanol terbakar ideal di campuran 6;1  sedangkan ethanol 9:1 .

methanol yg terlalu kaya tidak akan terbakar tapi akan mengendap di oli. sebaiknya setiap pemakaian methanol dibarengi dengan interval penggantian oli lebih cepat.
kelemahan methanol/ ethanol (murni) kalau campuran kurang mesin bisa panas sekali dan merusak komponen psiton valve head dll.

Logged
Neverland2009
Newbie
*

Reputasi: +2/-0
Offline Offline

Posts: 35


« Reply #31 on: June 07, 2012, 08:37:42 PM »

Sorry mas... kalau anda baca baik baik komen aku diatas  "aku bicara ethanol/methanol murni pada umumnya. .. bukan produksi anda.  "   untuk menambah tenaga Aku tidak pernah pake additif instant oktan boster dll jadi aku tidak berhak untuk memberikan komentar soal produk anda.
saya juga tertarik dengan bahan bakar ethanol/methanol  (murni)
dan saya sendiri tidak berkepentingan  untuk mengoreksi produk anda. dengan pendidikan setinggi itu  sudah pasti anda  lebih tau soal methanol/ethanol.

ethanol/methanol korosif bukan dalam artian berkarat seperti besi. tapi etanol bersifat mengikis terutama pada komponen berbahan aluminum untuk jangka waktu tertentu.  at least itu yg saya yakini dan  aku terapkan.


untuk sharing tukar pendapat
menurutku sbenernya gampang saja mengetahui mesin kita fit untuk premium apa nggak. kalau kita  pake oktan boster anda merasakan tambahan tenaga  yg signifikan, tidak nggelitik, mesin tidak panas dll . itu menandakan kemungkinan kompresi mesin  terlalu tinggi untuk pemakaian premium. banyak  yg sudah bore up dari 1600cc ke 1700cc. kenaikan volume mesin tanpa diikuti dengan volume ruang kompresi akan menjadikan perbandingan kompresi jadi lebih besar. yang awalnya 6.9 - 7.3:1  akan menjadi 7.5-7.6.

kawan kita pun ada yg sudah upgrade ke boring 94. tanpa dibarengi dengan perhitungan kompresi alhasil bandung jakarta ditempuh 12 jam karena musti ngadem mesin dan tidak bisa jalan lama ... karena nggelitik overheat.  dan akhirnya ditarik. 


aku sendiri  mau coba Methanol Murni. industrial grade dengan catatan dicampur pelumas 2% ( oli mesin 2T) . pelumas ini bukan untuk  ditujukan untuk melumasi mesin. karena mesin sudah mencukupi dengan system pelumasan itu sendiri. tapi untuk melumasi peralatan bahan bakar.. seperti pompa bensin, filter bensin, injector dll, sehabis pake di flush dengan bensin.

methanol/Ethanol - kalau campuran udara - bahan bakar terlalu tinggi tidak akan mempengaruhi performa mesin. meskipun terlalu kaya atau (rich - jawa red) performa mesin tidak akan berpengaruh. kalau pake bahan bakar dasar minyak bumi dengan campuran terlalu kaya ( 10 :1 atau kurang )  mesin akan mblebek atau loyo. pembakaran yg bagus bisa dipake di VW sekitar 12-13:1  .  methanol terbakar ideal di campuran 6;1  sedangkan ethanol 9:1 .

methanol yg terlalu kaya tidak akan terbakar tapi akan mengendap di oli. sebaiknya setiap pemakaian methanol dibarengi dengan interval penggantian oli lebih cepat.
kelemahan methanol/ ethanol (murni) kalau campuran kurang mesin bisa panas sekali dan merusak komponen psiton valve head dll.



Koq si om pake METANOL, jangan dipakai lagi om...  Hi Toxic...

Klo bensin yang menggunakan ETANOL apa tidak apa2 yah dicampur oli seperti itu? Ky motor 2 tak yah...

Sebenarnya, untuk speks mesin di Indonesia bisa menerima campuran Etanol sampai dengan 10%.

Tanpa menyebabkan kerusakan pada metal mesin, karburator, selang bensin.

Tapi, klo pemakaiannya sudah lebih besar butuh beberapa penggantian material yg digunakan.

Produk ini juga sudah lewat pengujian dari awal produk ini dikeluarkan, dari BPPT , LIPI, LEMIGAS.
Penggunaan jangka panjang sudah melewati riset panjang dari tahun 2002.
Jadi, sebelum produk di LAUNCHING untuk umum harus memenuhi keamanan, kualitas.

Secara umum , Etanol dengan FUEL GRADE (>99%) aman digunakan untuk mesin kendaraan. Klo dgn speks kendaraan di Indonesia max bisa terima sampai 10%, tapi biasanya 5%.

Klo Etanol Industry Grade itu kadarnya 95% lho... Ga recomend untuk dicampur ke kendaraan
Logged
justkombi
Full Member
***

Reputasi: +1/-0
Offline Offline

Posts: 200


« Reply #32 on: June 11, 2012, 08:01:47 PM »

kalau lebih mix dari 5% ,apa efeknya om ?
Logged
Neverland2009
Newbie
*

Reputasi: +2/-0
Offline Offline

Posts: 35


« Reply #33 on: June 11, 2012, 09:26:46 PM »

kalau lebih mix dari 5% ,apa efeknya om ?

Efek jika lebih dari 5% campuran dgn BBM :
1. Oktan terlalu tinggi >>> Mesin panas >>> Overheat
2. Jangka panjang >>> Selang Bensin kaku >> kebocoran

Tidak dianjurkan , kecuali diperuntukan untuk Drag Race atau Racing ( Max 15%)
Logged
justkombi
Full Member
***

Reputasi: +1/-0
Offline Offline

Posts: 200


« Reply #34 on: June 12, 2012, 07:20:09 AM »

artinya komposisinya memang hanya untuk bengsin premium ya gan ?
Logged
DeNieZ
Hero Member
*****

Reputasi: +14/-6
Offline Offline

Posts: 1.532


come on my BUS....


« Reply #35 on: June 12, 2012, 08:40:00 AM »

premium rasa pertamax plus ya jadinya? asyikk..., Grin
Logged

VW is the Best..
Neverland2009
Newbie
*

Reputasi: +2/-0
Offline Offline

Posts: 35


« Reply #36 on: June 14, 2012, 10:17:22 AM »

artinya komposisinya memang hanya untuk bengsin premium ya gan ?

Iya om, hanya untuk dicampur dengan PREMIUM untuk daily use... ( Max campuran adalah 5% )

premium rasa pertamax plus ya jadinya? asyikk..., Grin

Yoiii om  Grin

Premium rasa Pertamax Plus
Logged
DeNieZ
Hero Member
*****

Reputasi: +14/-6
Offline Offline

Posts: 1.532


come on my BUS....


« Reply #37 on: June 14, 2012, 11:05:26 AM »

Iya om, hanya untuk dicampur dengan PREMIUM untuk daily use... ( Max campuran adalah 5% )

Yoiii om  Grin

Premium rasa Pertamax Plus
Smiley
kalau bensol bisa diaplikasikan untuk balap gak om, mohon pencerahan juga ya om . . . .
Logged

VW is the Best..
Neverland2009
Newbie
*

Reputasi: +2/-0
Offline Offline

Posts: 35


« Reply #38 on: June 14, 2012, 07:37:22 PM »

Smiley
kalau bensol bisa diaplikasikan untuk balap gak om, mohon pencerahan juga ya om . . . .

Bensol kan dulu untuk balap, sekarang sudah ga boleh. Karena penggunaan Metanol sudah dilarang...

Metanol itu kan Hi Toxicity

Klo untuk daily use, useless dg speks mesin standard.
Logged
DeNieZ
Hero Member
*****

Reputasi: +14/-6
Offline Offline

Posts: 1.532


come on my BUS....


« Reply #39 on: June 15, 2012, 08:14:54 AM »

Bensol kan dulu untuk balap, sekarang sudah ga boleh. Karena penggunaan Metanol sudah dilarang...

Metanol itu kan Hi Toxicity

Klo untuk daily use, useless dg speks mesin standard.

hmm,... ya.. ya.. trims pencerahannya om.., Smiley Smiley
Logged

VW is the Best..
ogahpulang
Full Member
***

Reputasi: +2/-0
Offline Offline

Posts: 163


« Reply #40 on: June 19, 2012, 03:14:32 PM »

om neverland kayaknya paham dengan per-oktanan
saya  mau tanya ,kalau 1 liter bensin P+ di campur dengan 1 liter Premium.
Apakah akan setara oktan dengan 2 liter Pertamax. ?

cmmiiw :
P+ = 94
Premium = 88
pertamax =91
Logged
Neverland2009
Newbie
*

Reputasi: +2/-0
Offline Offline

Posts: 35


« Reply #41 on: June 22, 2012, 08:45:25 AM »

om neverland kayaknya paham dengan per-oktanan
saya  mau tanya ,kalau 1 liter bensin P+ di campur dengan 1 liter Premium.
Apakah akan setara oktan dengan 2 liter Pertamax. ?

cmmiiw :
P+ = 94
Premium = 88
pertamax =91


Penentuan oktan sama sekali tidak bisa dengan perhitungan secara matematis.

Harus secara ANALISIS LAB.....

Dan jika bensin Premium dicampur dg Pertamax atau Pertamax Plus seperti om bilang 1:1.
Berdasakan Analisis Lab yg pernah saya lakukan , Nilai oktan tidak akan berubah banyak, hanya sekitar 10-20 poin ,artinya dr RON 88 naik hanya sebatas 88,1 - 88,2.


Mengapa demikian ??! >>> Karena Pertamax plus sendiri hanya memiliki RON  MAX 95.

FYI, Premium memiliki Nilai oktan (RON = Research Octane Number) dengan range 80 - 88. (Ada range lumayan lebar)
Pertamax memiliki range RON ( 89-91)
Pertamax Plus memilik range RON (92-95)

Berbeda dengan Bioetanol dengan RON MAX 117.
Dengan penggunaan 5% saja, dapat menaikkan hingga RON 98. Hal ini terkait karena sifat kimia alkohol itu sendiri yg utama , selain dipengaruhi RON bioetanol sendiri.

Sesuai analisi  saya selama ini ,
Pencampuran Permium + Pertamax Plus (1:1), hanya meningkatkan TORSI. Tetapi tidak dapat memperbaiki kualitas MUTU Premium itu sendiri.

Dan saran saya, sebaiknya, menggunakan Pertamax / Pertamax Plus Murni saja. Tidak dicampur.
Pencampuran itu >> USELESS

Utk oldVolks, bisa aman dan tidak overheat dengan PERTAMAX.

Pengalaman saya sendiri, saya menggunakan Shell SUPER (100%) untuk dijalanan Jakarta yg macet (hampir spt parkir), Stop n Go traffic, dan Full AC (kompresor Sanden 505). Aman2 dan baik2 saja mobilnya Smiley
Logged
justkombi
Full Member
***

Reputasi: +1/-0
Offline Offline

Posts: 200


« Reply #42 on: June 25, 2012, 07:31:57 PM »

halo gan neverland,

sebagai end user gw mau testi,
krn mesin vw std ,kompresinya rendah, menurut gw product ini useless utk mesin vw std ,
jadi gw "mengorbankan" mobil jepang V6 sebagai tester.
kondisi tangki tiris, gw cemplungin 1 botol utk 30 liter premium,dan langsung jalan ke puncak sabtu pagi. kondisi mobil full 4orang dewasa.

testi-nya
(+) waktu perjalanan pergi ,bukan main serasa pake pertamax plus,tarikan enteng banget. jagorawi dilibas bas..bes.. bas ..bess

(-) krn jalur naik ditutup, gw kena macet total di puncak, dan waktu stop &go mesin kepanasan banget,sampe dua kali mati gara-2 rpm drop.  gw sama sekali nggak pernah mengalami ini selama pake pertamax dalam kondisi  secantik-cantiknya macet pantura.

(-)Senin pagi perjalanan pulang tarikan jadi berat(tidak seringan perjalanan pergi),spt-nya efek bioetanol nggak bertahan lama.

jadi gitu aja gan ,1 testi positif dan 2 negatif, harap dianggap sebagai masukan untuk perbaikan. not  an offense
krn harapan gw cukup tinggi untuk produk ini.
dan ditunggu penjelasan teknisnya juga...




« Last Edit: June 25, 2012, 07:59:57 PM by justkombi » Logged
ABIOOBES (PakDe)
Hero Member
*****

Reputasi: +12/-1
Offline Offline

Posts: 3.428



« Reply #43 on: June 26, 2012, 06:30:32 PM »

ikut nunggu jawaban ajaaah.... Wink Wink

sapa tau stok bioetanol saya bisa laku dibeli Oom Neverland2009... Wink
Logged
Neverland2009
Newbie
*

Reputasi: +2/-0
Offline Offline

Posts: 35


« Reply #44 on: June 26, 2012, 07:58:51 PM »

halo gan neverland,

sebagai end user gw mau testi,
krn mesin vw std ,kompresinya rendah, menurut gw product ini useless utk mesin vw std ,
jadi gw "mengorbankan" mobil jepang V6 sebagai tester.
kondisi tangki tiris, gw cemplungin 1 botol utk 30 liter premium,dan langsung jalan ke puncak sabtu pagi. kondisi mobil full 4orang dewasa.

testi-nya
(+) waktu perjalanan pergi ,bukan main serasa pake pertamax plus,tarikan enteng banget. jagorawi dilibas bas..bes.. bas ..bess

(-) krn jalur naik ditutup, gw kena macet total di puncak, dan waktu stop &go mesin kepanasan banget,sampe dua kali mati gara-2 rpm drop.  gw sama sekali nggak pernah mengalami ini selama pake pertamax dalam kondisi  secantik-cantiknya macet pantura.

(-)Senin pagi perjalanan pulang tarikan jadi berat(tidak seringan perjalanan pergi),spt-nya efek bioetanol nggak bertahan lama.

jadi gitu aja gan ,1 testi positif dan 2 negatif, harap dianggap sebagai masukan untuk perbaikan. not  an offense
krn harapan gw cukup tinggi untuk produk ini.
dan ditunggu penjelasan teknisnya juga...






Om dapat bioetanol dr siapa yh Huh  Soalnya dr sini cuma om kombiabang yg beli... Apakah dapat dari beliau ? Smiley

Di lihat dari 2 negatif point yg om sebutkan, analisis saya adalah MESIN mengalami gangguan akibat Over Heat, masalah yg om rasakan adalah gejala mesin mengalami OVER HEAT.

Pertanyaan saya >>> Indikator suhu nya Huh?

Pemakaian 1 botol untuk 30 liter SANGAT NORMAL...

Berdasarkan hasil pengujian kami, suhu mesin Pertamax Plus itu rata2 = 33 C. Jika Bioetanol, suhu rata2 37 C.

Karena ada banyak faktor yg bisa menyebabkan hal itu, dan harus dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Mungkin master2 mesin disini ada yg bisa meng-analisa akibat dari Over Heat ini.
Soalnya saya bidang Kimia, kurang paham soal mesin. 

*Jika ada permasalahan seperti itu klo bisa langsung SMS ane aja, supaya ane bisa kirimin TIM RISET dan TIM TEKNIS kami ke lokasi om. Untuk dilakukan pengecekan dan sampling bensin. Biasanya jika ada PROBLEM, kami langsung respons sampling Bensin-nya.


Ane pakai di VW oldBeetle, ga useless koq gan...
Enak bgt malahan, mesin sangat halus, tidak ada getaran yg biasa dirasakan, torsi dan power meningkat secara signifikan.


Klo berbicara efek bioetanol tidak bertahan lama, mekanisme alkohol itu membantu reaksi (Katalisator). Jadi klo efeknya hilang, bisa karena belum bereaksi sempurna.

Saran untuk mengatasi masalah ini >>> Diamkan selama 6 jam setelah pencampuran (biasanya cara ini meningkatkan konsistensi peningkatan anti knocking, torsi, dan power) 

*Jika tidak keberatan kita bisa sharing om, di SMS aja ke 089 88 99 33 75. Nanti kami langsung Folow Up untuk masukkan teknis bagi Produk kami. Karena ane penanggung jawab produk bagian RnD dari Produk ini Smiley

Sangat ditunggu SHARING nya langsung om, atau PM aja nmr HP om. Kami sangat senang kerja sama nya.

Thx
« Last Edit: June 26, 2012, 08:16:11 PM by Neverland2009 » Logged
Pages: 1 2 [3] 4   Go Up
Print
 
Jump to: